Rabu, 30 November 2011

Ya Allah ♥♥♥, Jika Aku Jatuh CInta..

Bismillah ni rahman ni rahim,,,


Ya Allah jika aku jatuh cinta, 
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu.
Ya Muhaimin jika aku jatuh hati, 
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu.
Ya rabana jika aku jatuh hati, 
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling daripada hatiMu.
Ya Rabbul Izzati jika aku rindu, 
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu.
Ya Allah jika aku menikmati cinta kekasihMu, 
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat disepertiga malam terakhirMu.
Ya Allah jika aku jatuh hati pada kekasihMu, 
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepadaMu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu, 
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu… Aamiin..



Disini aku merindukanmu,
dalam balutan air mata ini aku berusaha memperbaiki diri ini
berharap engkaupun sama seperti aku disini,
mengharapkan ridho sang Ilahi
agar Dia mempertemukan kita suatu saat di mimbar yang diridhoiNya
Ya Rabb, terimakasih atas Kasih sayang yang Engkau berikan kepadaku
tak lupa berikanlah kepada hatiku yang sebagian hilang ini yang belum sempat bertemu agar dia juga dapat merasakan kasih sayang dariMu ^-^



Selasa, 29 November 2011

Taukah Kau...?

Tak terasa waktu itu sudah lama sekali, tapi kerinduan itu masih ada.
Aku tak bisa untuk lari dari masa lalu itu,
Ia selalu memenjaraiku setiap detik, menit bahkan berbulan-bulan.


CINTA ? apakah ini CINTA ?


cintaku yang belum aku ungkapkan kepada nya,
cintaku yang masih terpendam bertahun-tahun lamanya.
Berapa lama aku disini menunggu nya,
Berjam-jam entah sudah berapa banyak hitungan detik yang terlewatkan.
Berbulan-bulan aku menunggu nya, berharap dia akan datang dengan perbedaan.
Aku disini tetap setia untuk menanti dengan cintaku yang masih terbungkus rapih,
tak seorangpun dapat menyentuh nya bahkan memiliki cinta itu,
karena cintaku akan akau sampaikan kepada nya.


Tapi WAKTU ?, 
WAKTU belum dapat mengijinkanku untuk bertemu dengan nya bahkan memberi cinta ini.
Sampai kapan ?,
Sudah banyak yang tersakiti namun dia yang kuharapkan tak kunjung datang.
Bahkan dia telah menyakitiku dengan kesendirian ini . . .









Aku mencintai nya,
Sangat merindukan nya.
Ya Allah apa aku salah ?
Maafkan hamba-Mu..

Selalu, aku selalu menunggu waktu itu datang.
Di kala malam datang selalu, aku selalu memandang gelapnya langit dan bertanya pada bintang.
Di malam menjelma menjadi siang aku masih memandang langit dan bertanya pada awan,
Apakah belum waktunya dia datang...?

Sekarang aku masih tetap setia menunggunya sampai dia datang.
Mungkin sejam lagi, besok, lusa, bulan depan atau tahun depan. . .






Malam ini datang lagi,
Aku tak tahu bagaimana untuk menyambutnya.
Dunia ini terasa hampa buatku, saat aku tahu kau jauh di sana menghilang.
Kenyataannya yang dulu sekarang tinggallah bayangan dan bayang itu seakan-akan lenyap.
Kemana lagi aku harus mencarinya, langkahku terhenti di temani dingin yang menyengat tubuhku
ada kah kehangatan yang melindungi.
Tidak, aku mulai berjalan kembali berharap aku bisa menyusul mu kembali,
Namun, jejak-jejak itu tak pernah aku temui ujungnya.
Berharap aku menemukan sosokmu, sosok yang selalu aku rindukan tiap malam menjelang. . .









By Mega Puspitasari










Sabtu, 19 November 2011

Pertengkaran Kecil

Assalamualaikum wr.wb...

Alhamdulillah, puji dan syukur saya panjatkan kepada kehadirat Allah swt. yang masih memberikan saya nikmat sehat pada hari minggu pagi ini... hufftt...
Pingin bercerita nichhh... untuk hati saya yang akhir-akhir ini selalu sedih, subhanaallah masih diberikan rasa sedih dari allah swt.. mmm, perasaan saya bisa dibilang agi ga tentu. Kenapa? entahlah, berawal dari kemarin saya sedang over time dengan sahabat saya sendiri, pinginnya break dulu saya dengan sahabat saya, setiap ada sesuatu hal yang kecil pastilah sekarang-sekarang ini menjadi besar, padahal hal sepele. Mungkin karena sahabatan kita sudah menginjak 2,5 tahun ada rasa kejenuhan-kejenuhan yang menghinggapi pertemanan kita. 

Dulu kita saling melengkapi, berbagi cerita diantara kita berdua, sahabat saya yang bisa dibilang karakter yang banyak bicara namun saya merasa terhibur karena kita saling melengkapi. Saya dengan tipikal orang yang sedikit bicara bahkan pelit untuk mengeluarkan kata-kata dya dengan segudang kata-katanya. kalau ada hal/sesuatu yang menghinggapi sahabat saya, saya mendengarkan keluh kesahnya segala problematik yang sahabat saya hadapi saya sebagai pendengar setianya kadang dari curhatan-curhatan yang dya punya ada sesuatu hal yang belum saya tahu menjadi tahu darinyalah masalah-masalah yang tak pernah saya alami menjadi tahu dan solusi yang harus dihadapi. Tertawa bersama sedihpun bersama. Namun saya berharap ketika salah seorang diantara kita sedih maka salah satu diantara kita sebagai obatnya... yachhh agar kita saling melengkapi. saya masih ingat problem yang paling berat yang sahabat saya hadapi ketika tanggal 8 April 2010 ayahnya telah berpulang kehadapan yang Maha Kuasa, saya merasakannya bagaimana kesedihan itu menghinggapi perasaannya namun dengan ketegarannya sahabat saya dapat melaluinya saya berusaha untuk mensuportnya agar dapat bangkit saya bersemangat untuk sahabat saya. saya merasa tanggung jawab saya adalah mendampinginya agar selalu tersenyum dan semangat... Namun Problem terberat itu dapat dya hadapi, alhamdulillah, sahabat saya tergolong orang yang cerdas, dya bahkan mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi, yachh dengan masalah terberatnya dya maju untuk bangkit untuk bisa memberikan kebanggaan kepada ayahnya tercinta dengan prestasi yang dya raih. Tujuan dya "ingin sekali melihat ayahnya disana tersenyum senang dengan hasil yang dya capai". . .  sebagai teman saya senang selalu bedoa kebaikan selalu ada buat sahabatku..  

Hidup tak selamanya berjalan lurus kedepan pastilah akan ada sebuah persimpangan dan lika-liku untuk menghadapinya. . akhir-akhir ini saya memikirkan tujuan hidup saya akan dibawa kemana...? dan mungkin tujuan hidup kita berbeda... yach sahabat perjalanan kita sudah hampir dibatas waktu, arah tujuan kita berbeda mungkin dulu kita saling melengkapi satu dengan yang lain namun sekarang kita akan membawa impian kita masing-masing. . Ya Allah, saya ga mau seperti ini namun apakah kita bisa bersama-sama agy seperti dulu, saya yang selalu bermain kekosanmu dengan langkah yang semangat, kamu yang menyambutku dengan senyuman ceria. Semua kenangan itu selalu ada di benakku, namun kini karena masalah yang kecil saya merasa canggung dihapanmu, keramahan itu seakan berubah rona menjadi orang yang asing.... Sampai kapan kita akan terusa seperti ini...?




 SAAT BUkber Di seBUAH patILELE 
                                                                                                              BANDUNG


SAat TA'Lim DimeSJID kamPUS
POLITEKNIK POS INDONESIA


saAT bERKUnjung  Di kantor KPK JakaRTA KeGIATAN kunjunGAN inDUSTRI


ᴖᴖ♥♫Gabriela Sabatini and Mega Puspitasariᴖᴖ

Senin, 10 Oktober 2011

Aktivis Dakwah Jatuh Cinta...?


       Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.

Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

“Ya sudah ana berharap Anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “Ana akan ajak bicara langsung akh fulan”.

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi fulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”

Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan Antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah Antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu? Apakah Antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari Antum? Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah Antum menyampaikan kepada pembina Antum untuk diseriuskan? Apakah Antum sudah siap berkeluarga? Apakah Antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan Antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????“, Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial. 

“Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan”, tambahnya.

*****
Cinta Aktivis Dakwah 
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?

Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta
tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. 

Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini, akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri..

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yang sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???
Jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta 
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang
cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja
keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik “asing” dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada Sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga
dakwah hari ini.

Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita.Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawadah, warahmah. 

Jadi, sudah berani jatuh cinta??



@Majalah Al Izzah edisi 11/th4@

Senin, 12 September 2011

Kematian Pasti akan Datang

           



Assalamualaikum wr.wb

             Hari ini sudah memasuki tanggal 13 September 2011, ga terasa dah lama ga ketemu teman-teman kampus (heheh). Tapi saya ngerasa aman (walaupun dalam hati rindu juga sich), karena ga ketemu orang-orang yang selalu memasang wajah masam'y, ga ketemu orang-orang yang nyebelin dan ga ketemu orang-orang jutek, alhamdulillah sehingga ga buat dosa ke saya dan  ga menjadi beban pikiran yang ga berguna...
            Tapi kenapa yach akhir-akhir ini kejadian kematian itu selalu ada dan menghampiri disekitar saya, entah itu kecelakaan, atau sakit, tiba-tiba ja saya menemukan kematian disekitar saya, ini membuktikan bahwa saya sekarang ini dan saat ini selalu diawasi malaikat kematian. Baru-baru ini berita yang hangat tentang kecelakaan di ruas tol cipularang yang menewaskan istri dari artis saeful jamil, trus habis itu kecelakaan di tol cipularang agi dan sampai-sampai digosipkan tol cipularang itu angker atau berhantu (huuuuu... seram sekali....hihihi), padahal yang namanya kematian itu sudah takdir dari yang Maha Kuasa, kalau jalan meninggalnya harus dengan kecelakaan itu sudah rencana Allah SWT dan kita sebagai hambanya tidak bisa merubah rencana Allah tersebut. Kemarin ja saya baru nglayat ke teman mamah waktu kerja yang meninggal, itu juga meninggalnya kecelakaan dan sangat tragis sekali, saya ga bisa membayangkan kematian itu seperti apa dan pasti sedih sekali saat itu, disaat saya meninggalkan orang-orang yang saya sayangi dan untuk selamanya saya akan tidur disebuah tempat tidak ditemani mamah agi, rasanya takut sekali. Padahal saat orang menjelang kematiannya itu seharusnya bahagia karena detik-detik itu ia akan bertemu Sang Penciptanya yang selama ini ia rindukan dan Sang Pencipta merindukannya pula. Tapi kebanyakan orang yang masih hidup (entah yang sudah mati saya ga tahu perasaannya..he) takut apabila kematian datang kepada dirinya, entah mereka takut kenapa..? (mungkin akan dimarahi kali yach..) alasannya juga banyak ada yang masih muda masih punya rencana panjang, msih pingin membahagiakan ortu, masih pingin jadi orang sukses dan sebagainya apalah, tapi dari beribu alasan tetap saja kalau Allah sudah menuliskan umurnya di lauh mahfuz sekian, semua makhluk ciptaan lainnya tidak bisa untuk menawar-nawar agi (heheh, emang sayuran yang bisa ditawar..). Dan semua itu selalu hadir di lingkungan saya. Saat saya kehilangan Pakde ditahun 2010 yang silam di bulan september juga, saya dan keluarga tidak mempercayainya, semua menangis setiap orang meninggalkan kita pasti kita antarkan dengan tangisan karena kita tidak tahu apa yang harus dilakukan padahal ketika roh orang mati saat meninggal itu masih ada disekitar kita, ia ingin diantarkannya dengan membaca surat yasin atau alfatiha untuk mengiringi kepergiannya bukan dengan air mata yang kita jatuhkan karena saat itu air mata tidak berguna lagi untuk roh yang sudah meninggal. 
                  Semalam saya membaca sebuah artikel yang judulnya sama dengan judul yang saya tulis diatas. Ketika kematian itu datang kita akan dihampiri malaikat-malaikat yang selama ini selalu ikut dengan kita, ketika roh ini diambil dari raganya kita tidak tahu bagaimana rasa sakitnya untuk diambil pertamakali roh ini dari jiwanya yang selama ini selalu ia bawa, seperti hadis nabi yang berkata, seorang yang meninggal merasakan sakit yang teramat sakit tubuhnya akan merasakan tikaman seperti tikaman pedang sebanyak 300 tikaman kepada seluruh tubuh (astagfirullah, saya membayangkan bagaimana sakitnya dan tak bisa untuk menahannya), dan tubuh ini akan merasakan panas saat roh ini menghilang dari jiwanya dan akan dibawa kelangit untuk pertanggung jawabkan apa saja yang selama ini dikerjakan didunia...
astagfirullah, ya allah apabila kematian itu datang kepada saya ambilah dengan cepat sehingga saya tak merasakan sakit yang teramat sakit untuk jiwa saya... (selalu lafazkan kalimat istigfar agar ingat dengan kematian)

Wassalamualaikum wr.wb


Sabtu, 30 Juli 2011

Tabarruj






Tabarruj, ialah tindakan seorang wanita menampakkan hal-hal yang seharusnya tertutup dihadapan kaum lelaki yang bukan muhrimnya. Hal-hal tersebut meliputi perhiasan-perhiasan yang dipakainya, bagian-bagian dari dirinya yang menawan hati orang lain, kedua lengannya, betis, dada dan lehernya.
Menurut Syaikh Al-Maududi dalam tafsir ayat Al-Hijab-nya, kata 'tabarruj' bila dikaitkan dengan seorang wanita, ia memiliki tiga pengertian :

  1. Menampakkan keelokan wajah dan bagian-bagian tubuh yang membangkitkan birahi dihadapan kaum lelaki yang bukan muhrimnya
  2. Memamerkan pakaian dan perhiasan yang indah dihadpan kaum lelaki yang bukan muhrim.
  3. Memamerkan diri dan jalan berlenggak-lenggok dihadapan kaum lelaki yang bukan muhrim.
Menurut Al-Quran, sunnah Nabi dan kesepakatan para Ulama, hukum tabarruj adalah haram...
Ikhtilath
Ikhtilath (bercampur baur), ialah berkumpulnya seorang lelaki dengan perempuan yang bukan muhrimnya. Atau berkumpulnya beberapa orang perempuan dengan beberapa orang lelaki pada suatu tempat yang memungkinkan untuk bebas saling, atau dengan menggunakan bahasa isyarat atau bercakap-cakap  secara langsung, bahkan bersentuhan. keberadaan seorang laki-laki dengan seorang perempuan ditempat sunyi, dan diantaranya tidak ada hubungan muhrim, bagaimanapun hal itu dianggap ikhtilath paling berbahaya.
Hukum ikhtilath ialah haram, ia termasuk salah satu larangan keras bagi kaum muslimin. Ikhtilath antara dua manusia yang berlainan jenis, merupakan faktor pendorong utama untuk berbuat nista, yaitu zina, karena hal itu akan memberikan peluang bagi syetan seperti yang disabdakan Nabi SAW : 
"Tiada bersepi-sepian (berada di tempat sunyi, khalwat) seorang lelaki dengan seorang perempuan, melainkan syetan pihak ketiganya." (HR. Ahmad, Tirmidzi dan lain-lain)

Senin, 11 Juli 2011

Menahan Pandangan (Ghaddul Bashar)




Allah SWT berfirman : "Katakanlah kepada laki-laki beriman agar mereka menundukkan sebagian dari pandangan mata (terhadap wanita) dan memelihara kemaluan mereka (menutupnya). Yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah amat mengetahui apa yang mereka kerjakan. dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak padanya.." (Qs. An-Nur: 30-31)

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah telah menulis beberapa faedah menundukkan pandangan dalam kitabnya yang berjudul Raudlah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin. Tercantum dalam kitab Fiqh An-Nadhr karangan Al-Mundziri. Dibawah ini tersaji beberapa faedah menundukkan pandangan yang dinukil dari kitab-kitab di atas, diantaranya sebagai berikut :
  1. Menundukkan pandangan berarti menunaikan titah Allah SWT. Tiada manusia yang bahagia di dunia dan akherat kecuali dengan menunaikan perintah-perintah Allah.
  2. Menundukkan pandangan agar menguatkan hati dan mengambil faedah dari hal itu. Sebagaimana halnya mengumbar pandangan akan melemahkan hati dan membuatnya gelisah.
  3. Menundukkan pandangan membuat hati selalu khusyuk mengabdi dihadapan Allah SWT. Sebaliknya, mengumbar pandangan akan memporak-porandakan hati dan pikiran.
  4. Menundukkan pandangan menimbulkan kelihaian yang benar-benar luar biasa. Siapa saja yang membiasakan dhahirnya dengan mengikuti sunnah dan mengakrabkan hatinya dengan muroqobah, menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menahan nafsunya dari syahwat, serta membiasakan hanya memakan harta yang halal, maka akan menjadikannya 'berkuasa' dihadapan orang lain dan tidak ada yang menyalahkannya, kecuali ia berbuat salah.
  5. Menundukkan pandangan akan melahirkan hati yang gagah berani hingga membuat seseorang memiliki wawasan luas dan argumentasi yang kuat.
  6. Menundukkan pandangan akan melepaskan hati dari tawaran syahwat. Sebagaimana dikatakan, "Orang yang tertawan, oleh pandangan matanya, maka itulah tawanan yang sebenarnya".
  7. Menundukkan pandangan akan membentengi seseorang dari pintu syetan.
  8. Menundukkan pandangan akan menguatkan akal dan menambah kecerdasan. 
  9. Menundukkan pandangan akan menyelamatkan hati dari mabuk syahwat dan kelengahan.
  10. Menundukkan pandangan akan mengosongkan hati dari berbagai kemaksiatan.
  11. Menundukkan pandangan merupakan mahar (maskawin) bagi bidadari.
  12. Mengumbar pandangan akan memberi beban bagi badan dan kedua mata.
  13. Menundukkan pandangan akan membantu seseorang dalam menutut ilmu. 

Sabtu, 09 Juli 2011

Jilbab





Kata "Jilbab" jamaknya "Jalabib", yaitu pakaian yang menutup tubuh sejak dari kepala sampai ke kaki, atau menutup sebagian besar tubuh, dan dipakai dibagian luar seperti halnya baju hujan.
Jilbab mempunyai beberapa syarat tertentu, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Albani dalam bukunya "Hijabul Maratil Muslimah fi Kitabi was Sunah", yaitu :
  • Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, seperti muka dan kedua telapak tangan.
  • Tidak ada hiasan pada pakaian itu sendiri, kata Imam Adz-Dzahabi dalam bukunya Al-Kabaair, "Diantara perbuatan tercela yang sering dilakukan wanita ialah, menampakkan perhiasan emas dan permata yang dipakainya dibawah kerudung, memakai harum-haruman kasturi dan 'anbar bila keluar rumah, memakai pakaian warna-warni, sarung sutera, baju luar yang licin, baju panjang yang terlalu panjang. Semua itu termasuk jenis pakaian yang dibenci Allah, didunia dan di akhirat.
  • Kain yang tebal dan tidak tembus pandang. Diriwayatkan pula, beberapa wanita Bani Tamim datang ke rumah Aisyah Ra dengan berpakaian tipis. Maka Aisyah berkata kepadanya, "jika kamu wanita mukmin, tidak begini cara berpakaian. Jika kamu bukan wanita mukmin, kalian boleh memakai busana yang kalian pakai itu."
  • Lapang dan tidak sempit. Karena pakaian yang sempit dapat memperlihatkan bentuk tubuh seluruh atau sebagian
  • Tidak menyerupai pakaian laki-laki
  • Tidak menyerupakai pakaian orang kafir. Rasulullah SWT bersabda : "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka." (HR. Hakim dan Thabrani)
  • Pakaian yang tidak mencolok. Rasulullah SAW bersabda : "Siapa yang pakaiannya menyolok (pakaian kebesaran atau pakaian kemegahan), maka Allah memakaikan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, dan membakar pakaiannya itu".

Jumat, 08 Juli 2011

Aurat Wanita




Al-Qurtubi berkata : "Tingkatkan (martabat) para muhrim berbeda-beda satu sama lain, ditinjau dari hubungan pribadi secara manusiawi. Tidak diragukan lagi, keterbukaan seorang wanita dihadapan Bapak dan Saudara laki-lakinya lebih terjamin atau lebih terpelihara daripada keterbukaannya dihadapan anak suami (anak tiri). Karena itu batas aurat yang boleh terbuka dihadapan masing-masing muhrim berbeda-beda pula".
Madzhab Maliki : Aurat wanita dihadapan laki-laki para muhrim, ialah sekujur tubuh wanita itu, kecuali muka, ujung-ujung anggota badan seperti kepala, kuduk, tangan dan kaki.
Mahzhab Hambali : Aurat wanita dihadapan para muhrim, ialah sekujur tubuh, kecuali muka, kuduk, kepala, dua tangan, kaki dan betis.
Mereka tidak berbeda pendapat tentang aurat wanita dihadapan sesama wanita, baik yang muslimah dan yang bukan muslimah. Tidak haram bagi wanita muslimah tubuhnya terbuka dihadapan mereka, kecuali bagian antara pusar dan lutut. Allah SWT berfirman :
Artinya : "Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan memelihara kehormatan (kemaluan) mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya, dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya kedadanya.." (Qs. An-Nur: 31)
Terhadap perbedaan pendapat tentang batas-batas aurat wanita dihadapan muhrim, yaitu:
  1. Al-Ahnaf (pengikut Hanafi) berpendapat, wanita boleh membuka muka dan kedua telapak tangan, namun laki-laki tetap haram melihat kepadanya dengan syahwat.
  2. Dalam madzhab Maliki terdapat tiga pendapat. Pertama mengatakan; wajib menutup muka dan kedua telapak tangan. Itulah pendapat mereka yang masyhur. Kedua mengatakan; tidak wajib. Tetapi laki-laki wajib menundukkan pandangannya. Pendapat yang ketiga membedakan perempuan cantik dan yang tidak cantik. Perempuan cantik wajib menutup muka dan telapak tangannya, dan sunat bagi yang tidak cantik.
  3. Jumhur (golongan terbesar) madzhab Syafi'i mengatakan; tidak wajib menutup muka dan telapak tangan, sekalipun mereka berfatwa supaya menutupnya.
  4. Madzhab Hambali mengatakan; wajib menutup keduanya. Dapatlah kiranya dimaklumi, perbedaan pendapat mereka tentang menutup atau tidak menutup (muka dan telapak tangan), karena apabila muka dalam keadaan alami, tanpa perhiasan yang dapat menimbulkan fitnah, secara dzatiyah tidak cantik dan tidak merangsang pandangan. Seandainya cantik dan merangsang, maka muka adalah aurat yang wajib ditutup, untuk menjaga perempuan tidak celaka, dan menjaga laki-laki tidak terfitnah atau tergoda.
  5. Jumhur Fuqoha' (golongan terbesar ahli-ahli fiqh) berpendapat; muka dan kedua telapak tangan bukan aurat. Maka tidak wajib menutupnya, tetapi sebaiknya ditutup. Dan wajib ditutup bila dirasa tidak aman. Sebab perbedaan pendapat itu bersumber dari perbedaan dalam menafsirkan firman Allah SWT: Artinya "...dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya....." (Qs. An-Nur: 31)

Rabu, 06 Juli 2011

Seputar Bulan Sya'ban

Dinamakan bulan sya'ban karena bangsa arab pada bulan tersebut berpencar untuk mencari air, atau karena ia muncul diantara bulan rajab dan ramadhan.
Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiallahu'anha bahwa : Rasulullah, banyak berpuasa (pada bulan sya'ban) sehingga kita mengatakan, beliau tidak pernah berbuka, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah, berpuasa sebulan penuh kecuali puasa dibulan ramadhan, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah, banyak berpuasa melebihi puasa dibulan sya'ban (muttafaq 'alaih).

Ketika Rasulullah ditanya oleh Usamah bin Zaid kenapa beliau banyak berpuasa dibulan sya'ban beliau menjawab: "Karena bulan ini banyak dilalaikan oleh manusia padahal pada bulan tersebut akan diangkat amalan-amalan seorang hamba kepada Allah, dan saya ingin amalanku diangkat dan saya sedang puasa" (HR. Abu Dawud dan An Nasai)
Ibnu Rajab berkata: "Puasa dibulan sya'ban lebih utama daripada puasa dibulan-bulan haram, dan sebaik-baik amalan sunnah adalah yang dilakukan ketika dekat dengan bulan suci ramadhan baik sebelum maupun sesudahnya, maka puasa pada bulan ini kedudukannya seperti sunah-sunah rawatib sebelum atau sesudah fardhu dan berfungsi untuk melengkapi jika ada kekurangan pada amalan fardhu tersebut. Demikian pula puasa sebelum dan sesudah ramadhan memiliki keutamaan lebih dibanding puasa-puasa lain yang bersifat mutlak atau umum. Oleh karena itu puasa yang dilakukan ketika sudah mendekati ramadhan lebih utama dibanding puasa-puasa yang dilakukan jauh dari bulan suci ini".

Sabda rasulullah yang menyebutkan bahwa bulan sya'ban ini banyak dilalaikan oleh manusia menunjukan akan dianjurkannya kita untuk menggunakan waktu untuk ketaatan disaat manusia banyak melalaikannya, sebagaimana kita dianjurkan untuk banyak berdzikir dipasar dimana kebanyakan orang ditempat tersebut lalai akan akhirat dan disibukkan dengan urusan duniawi, diantara faidah yang bisa kita petik dari hal ini, diantaranya :
  • Ibadah pada waktu orang sedang lalai lebih membantu kita untuk berbuat ikhlas karena kita mengamalkan sesuatu yang tidak diketahui oleh banyak orang, apalagi puasa yang merupakan rahasia antara Allah dan hamba-Nya.
  • demikian juga beramal pada saat manusia lalai terasa lebih berat dibanding jika kita melakukan amalan secara beramai-ramai.
Para ulama berbeda pendapat tentang sebab kenapa Rasulullah, banyak berpuasa dibulan sya'ban, diantara pendapat mereka antara lain:
  1. Beliau terkadang meninggalkan puasa tiga hari disetiap bulannya karena safar atau karena hal lain, oleh karena itu beliau mengumpulkan dan menggantinya dibulan sya'ban, sebab apabila beliau melakukan suatu amalan beliau akan selalu melakukannya dan jika ada yang tertinggal maka beliau mengqadhanya.
  2. Disebutkan bahwa beliau banyak puasa pada bulan sya'ban karena manusia banyak melalikannya, dan barangkali ini adalah yang paling tepat sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Usamah bin Zaid diatas.
Rasulullah terbiasa jika beliau belum sempat mengqadha puasa-puasa sunnah maka beliau menggantinya dibulan sya'ban sebelum datangnya bulan ramadhan, demikian pula jika ada shalat-shalat sunnah yang pernah terlewatkan maka beliau mengqahanya pada waktu yang lain. Disamping itu puasa sunnah dibulan sya'ban juga merupakan latihan agar terbiasa melakukan puasa sehingga puasa ramadhan akan terasa ringan karena ia sudah terbiasa berpuasa sebelumnya.
Dikarenakan puasa sya'ban merupakan mukaddimah untuk memasuki puasa ramadhan, maka dianjurkan pula untuk banyak membaca al quran dan bersedekah serta memperbanyak amaln-amalan shalih lainnya. Hanya saja kita sudah terbiasa berpuasa sebelumnya, karena Rasulullah merang kita untuk mendahului bulan ramadhan dengan puasa sunah satu atau dua hari sebelumnya hal ini supaya kita tidak menambah ramadhan dengan puasa lain yang bukan termasuk darinya, kita juga dilarang berpuasa pada hari syak (ragu-ragu antara akhir sya'ban atau awal ramadhan), beliau bersabda : "Barangsiapa yang berpuasa pada hari syak maka ia telah berbuat maksiat terhadap Abu Qashim Rasulullah)". Itu semua dimaksudkan supaya ada pembatas antara puasa sunnah dan puasa wajib karena kita diperintahkan untuk membedakan antara keduanya, sebagaimana kita juga dilarang untuk berpuasa pada hari raya.
Suatu hari Rasulullah melihat seorang yang melakukan shalat sunnah fajar setelah iqamat dikumandangkan lalu beliau menegur, "Apakah shalat subuh empat rakaat" (HR. Bukhari). Hadits ini juga dijadikan dalil sebagai larangan untuk melakukan shalat sunnah setelah iqamat dikumandangkan kecuali jika ia sudah terlanjur melakukannya maka ia boleh memilih antara meneruskan atau membatalkannya.

Bid'ah-bid'ah dibulan sya'ban

Allah berfirman : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. 5: 3)
Apakah mereka mempuanyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah (Qs. 42: 21)
Rasulullah bersabda : Dari 'Aisyah berkata, dari Nabi bersabda : "Barangsiapa yang membuat hal-hal baru dalam perkara kami (agama islam) yang tidak termasuk darinya maka hal itu pasti tertolak" (HR. Bukhari dan Muslim)
Ayat dan hadits diatas menunjukan bahwa syariat islam sudah sempurna dan tidaklah Allah mewafatkan nabi-Nya kecuali setelah ia menyampaikan semua syariat agama dengan jelas dan sempurna, maka siapa saja yang menambah sesuatu dalam syari'at islam pasti tertolak dan tidak akan diterima.
Ada beberapa amalan yang sering dilakukan dibulan sya'ban akan tetapi hal itu tidak ada contohnya sama sekali dari Rasulullah dan juga para sahabatnya serta para ulama yang mu'tabar, diantara amal-amalan tersebut diantaranya:
  • Shalat alfiyah yaitu shalat yang terdiri dari 100 rakaat yang dilakukan pada pertengahan sya'ban dengan berjamaah, pada setiap rakaatnya imam membaca surat al ikhlas 10 kali, shalat ini didasarkan pada sebuah hadits palsu yang tidak ada asalnya dari Rasulullah.
  • Mengkhusukan malam nisfu sa'ban (pertengahan sya'ban) untuk melakukan shalat dan siangnya untuk berpuasa berdasarkan hadits palsu yang berbunyi : "shalatlah kalian dimalam harinya dan berpuasalah pada siang harinya"
  • Shalat tolak bala dan supaya panjang umur, yaitu shalat 6 rakaat yang dilakukan pada malam nisfu sya'ban, demikian pula membaca surat yasin pada malam tersebut.
Imam Al Ghazali rahimahullah mengatakan: "shalat-shalat ini sangat masyhur dikalangan mutaakhirin penganut aliran sufi yang saya tidak tahu bahwa shalat maupun doa-doanya berdasarkan dalil yang shahih, akan tetapi itu semua tidak lain adalah bid'ah. Sahabat-sahabat kami telah membenci untuk berkumpul-kumpul pada malam nisfu sya'ban baik dimasjid maupun ditempat lainnya."
Imam Nawawi rahimahullah berkata: "shalat rajab (raghaib) dan shalat nisfu sya'ban adalah merupakan dua bid'ah yang mungkar serta sangat buruk"
Alangkah indahnya ungkapan yang berbunyi: "Sebaik-baik perkara adalah yang berdasarkan petunjuk-petunjuk dan yang paling buruk adalah bid'ah yang diada-adakan"

 Wajib bagi kita semua supaya beribadah sesuai dengan dalil dan contoh dari Rasulullah dan para sahabatnya yang mulia serta menjauhi segala bentuk ibadah yang diada-adakan dalam agama, karena semua hal baru dalam agama ini adalah bid'ah dan semua kebid'ahan adalah tempatnya dineraka wal'iyadzu billah. Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan-Nya yang lurus dan dijauhkan dari semua bentuk kesesatan dan dosa, amin ya rabbal 'alamin....